Salah satu orang yang menginspirasi gue dalam membuat blog adalah Raditya Dika. Personally, gue kagum sama semua tulisannya. Sekalipun dia menampilkan humor dalam tulisan-tulisannya, itu tidaklah garing dan 'agak menemplak'. Dan gue banyak belajar menulis dari dia.
Gue pernah membaca salah satu post di blog nya. "Kata orang, kalo mau ngeblog, tulislah perasaan paling kuat yang lagi kamu rasakan." Mungkin itu bisa gue lakukan, karena gue adalah salah satu tipe orang yang cukup ekspresif dalam tulisan. Dan lagi, gue sekarang sedang merasakan sesuatu yang kuat banget.
Yak, saya lagi jatuh cinta. Objection?
Gue kembali jatuh cinta kepada seseorang. Seperti biasa, gue gak bisa mengungkapkan kecintaan gue itu sama dia. Daaann, seperti biasa juga, gue hanya bisa memendam perasaan itu sendirian, berharap dia tahu sendiri tanpa gue perlu memberitahu.
Nnnggg... Sejujurnya, gue bukanlah cewek yang romantis. Seperti yang kalian sudah tahu, gue cewek yang agak 'aut-autan'. Gue melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak hati gue. Kalau gue pengen kerja, gue bisa kerja semalem suntuk. Kalau gue lagi pengen maen, gue bisa maen ampe kenyang. Kalau gue pengen makan, sehari gue bisa makan sampe 6x (yah, wajar kalau gitu gue berbadan sebesar ini). Kalau gue pengen jadi astronot, gue tinggal loncat dari atap berusaha mencapai bintang. Oke, oke, yang terakhir gue bercanda. Kalau gue menulis post ini, itu juga karena keinginan hati.
Kalau disuruh mengungkapkan apa yang gue rasain, mungkin ini kali ya yang keluar:
"I love you. I love our togetherness. I love your gesture when you tell your stories. I love the way you express your feeling. I love your hospitality. I love the way you help others, when they need your help. I love you when you're crying in front of me, just like you believe me heartily. I love the way you hug me and tell me "It's okay", even I know everything's wrong.
However, I was a bit shocked when you told me not to contact each other for so long. Well, it's killing me these days, but we gotta move on. I know that we can be together again later, as besties. Perhaps, I just don't want to lose you, not anymore. A friend like you is impossible to find.
Hey, my friend, am I important to you, or am I just like another of yours? I only know one thing, you are one of my most important people in my life. First, God. Second, my family. Third, you.
Is there any way for us to get back to the old days?
I'm missing it so badly.
Are you praying for me?
Do you miss me?
Do you often cry in midnight, like I do?
Or...
Are you happy now?
Do you have your sleeping time longer?
Do you enjoy your life better?
I just wanna normalize my feeling before it's too late. Well, our focus is distracted. It's best for us probably. Loving and serving God is number one. Loving you is... I don't know, it isn't in my top ten, but it's annoying to have it because I only see you everywhere I stare.
Thanks for teaching me what love is. Now I understand. Love is about caring, understanding, feeling, sensing. I care about you. I understand why you make this decision. I feel a lot. I sense so much.
Promise me one thing. I'm still your best friend, ain't I?"
Mungkin itu yang akan keluar kalau gue harus mengeluarkan semuanya. Huohohoho... Sedikit jibang ya? Yah, harap maklum, saya bukan penulis puisi cinta, saya penulis catatan biologi. *lho
Segini aja mungkin dari gue. Hehe. Selamat membaca dan kembali beraktivitas :D
P.S.: Tolong, jangan berpikiran macam-macam saat gue menulis semua ini. Ini cuma ungkapan pikiran gue selama ini, dan gue hanya ingin membagikannya kepada kalian. Salam cantik.
Gue pernah membaca salah satu post di blog nya. "Kata orang, kalo mau ngeblog, tulislah perasaan paling kuat yang lagi kamu rasakan." Mungkin itu bisa gue lakukan, karena gue adalah salah satu tipe orang yang cukup ekspresif dalam tulisan. Dan lagi, gue sekarang sedang merasakan sesuatu yang kuat banget.
Yak, saya lagi jatuh cinta. Objection?
Gue kembali jatuh cinta kepada seseorang. Seperti biasa, gue gak bisa mengungkapkan kecintaan gue itu sama dia. Daaann, seperti biasa juga, gue hanya bisa memendam perasaan itu sendirian, berharap dia tahu sendiri tanpa gue perlu memberitahu.
Nnnggg... Sejujurnya, gue bukanlah cewek yang romantis. Seperti yang kalian sudah tahu, gue cewek yang agak 'aut-autan'. Gue melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak hati gue. Kalau gue pengen kerja, gue bisa kerja semalem suntuk. Kalau gue lagi pengen maen, gue bisa maen ampe kenyang. Kalau gue pengen makan, sehari gue bisa makan sampe 6x (yah, wajar kalau gitu gue berbadan sebesar ini). Kalau gue pengen jadi astronot, gue tinggal loncat dari atap berusaha mencapai bintang. Oke, oke, yang terakhir gue bercanda. Kalau gue menulis post ini, itu juga karena keinginan hati.
Kalau disuruh mengungkapkan apa yang gue rasain, mungkin ini kali ya yang keluar:
"I love you. I love our togetherness. I love your gesture when you tell your stories. I love the way you express your feeling. I love your hospitality. I love the way you help others, when they need your help. I love you when you're crying in front of me, just like you believe me heartily. I love the way you hug me and tell me "It's okay", even I know everything's wrong.
However, I was a bit shocked when you told me not to contact each other for so long. Well, it's killing me these days, but we gotta move on. I know that we can be together again later, as besties. Perhaps, I just don't want to lose you, not anymore. A friend like you is impossible to find.
Hey, my friend, am I important to you, or am I just like another of yours? I only know one thing, you are one of my most important people in my life. First, God. Second, my family. Third, you.
Is there any way for us to get back to the old days?
I'm missing it so badly.
Are you praying for me?
Do you miss me?
Do you often cry in midnight, like I do?
Or...
Are you happy now?
Do you have your sleeping time longer?
Do you enjoy your life better?
I just wanna normalize my feeling before it's too late. Well, our focus is distracted. It's best for us probably. Loving and serving God is number one. Loving you is... I don't know, it isn't in my top ten, but it's annoying to have it because I only see you everywhere I stare.
Thanks for teaching me what love is. Now I understand. Love is about caring, understanding, feeling, sensing. I care about you. I understand why you make this decision. I feel a lot. I sense so much.
Promise me one thing. I'm still your best friend, ain't I?"
Mungkin itu yang akan keluar kalau gue harus mengeluarkan semuanya. Huohohoho... Sedikit jibang ya? Yah, harap maklum, saya bukan penulis puisi cinta, saya penulis catatan biologi. *lho
Segini aja mungkin dari gue. Hehe. Selamat membaca dan kembali beraktivitas :D
P.S.: Tolong, jangan berpikiran macam-macam saat gue menulis semua ini. Ini cuma ungkapan pikiran gue selama ini, dan gue hanya ingin membagikannya kepada kalian. Salam cantik.











