This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 07 November 2010

I'm Just An Ordinary Girl with An Extraordinary Life

Akhirnya ada kesempatan juga buat gue online dengan santainya (heh, besok ulangan kimia tentang redoks en stoikiometri! Lupa ye?). Gue bener-bener kangen dengan semua tumpah ruah gue di blog. Yuph, this is my damn diary. I just can feel my soul in this website :)

Kegiatan gue belakangan ini parah banget. Tiap hari gue les en pulang sore. How hectic I am. Hari ini bener-bener jadi hari yang paling gak jelas kegiatannya apa. Dari ke gereja, terus gue cuma les kimia 1 jam (les apaan coba?) dan sekarang gue bener-bener nganggur (kalau internetan en ngupil gak masuk dalam itungan sibuk).

Dalam hari-hari di aksel, gue bener-bener udah kehilangan waktu gue. Semua gue korbanin buat belajar, membayar 3 taun yang kita compress jadi 2 taun. Yeah, there's a price for it. En tu gak semudah yang gue bayangin sebelum gue terjun ke dalam dunia yang dipenuhi oleh ulangan, rumus, dan jadwal yang super duper padat.

Sekarang gue lagi ngerjain satu proyek buat tugas akhir Bahasa Inggris gue, yaitu membuat novel dalam waktu seminggu. Isi ceritanya sih simple aja, tentang hidup gue yang aneh bin ajaib, di mana-mana orang-orang yang absurd turut berperan di dalamnya. Mulai dari ortu gue yang panikan, dede gue yang sangat bahagia buat jadi alarm orang bangun dengan kata "Prikitiw!!", 2 sahabat gue yang kayak bola, kehidupan gue di sekolah, cinta monyet gue (bukan pacaran sambil nyari kutu ya), dan masih banyak lagi.

Di sana, gue akan mengupas apa itu hidup sebenarnya. Di mana semua mata pelajaran yang udah kita pelajari sampai detik ini berkumpul jadi satu. Lingkungan kita yang kita pelajari di IPA, teman-teman kita yang kita pelajari di IPS, kenangan-kenangan yang jadi sejarah, tata krama kita yang diatur oleh PKn, dan lain-lain.

Di sana, kita bisa melihat sisi lain dari kehidupan yang sejujurnya sangat menyenangkan, meskipun banyak masalah dan ditangani oleh seorang anak perempuan yang biasa-biasa saja (tolong ya, gue itu cewek). Persahabatan, cinta, pelajaran, lingkungan, keluarga, dan musik. Merekalah yang sudah menjadi pelangi dalam hidup gue.

They think that I'm just an ordinary girl. I agree with that. If they say that my life is just too boring, then they suck. It's not ordinary, it's just too extraordinary. I have so many wonderful colors in it.

And I have you, my readers :)

Senin, 27 September 2010

The Way You Get Out, The Way You Get Back

Hai, guys! Damn, udah lama banget gue gak nge-blog. Beneran, gue kangen banget. Haha. Sekarang gue juga lagi sibuk-sibuknya di aksel. Baru 3 bulan, udah ULUM semester 1 coba. Gila gak tuh? However, we must finish what we started, right?

Oh, iya.
Judulnya kenapa gitu ya?

Hm... Simple aja. Pas hari Rabu, gue tidur gak tenang banget. Gue mimpi tentang tugas yang harus dikumpulin dalam beberapa hari ini. Terus gue bangun jam 3, en gak bisa tidur ampe jam 4 (sial, mata gue langsung bengkak hari Kamis nya). Akhirnya, karena mata emang gak kuat nahan, gue pun tidur lagi, meski cuma 5 menit.

Gue tertidur dengan mimpi yang sangat aneh. Ceritanya, gue ada di sebuah rumah hantu yang mengerikan. Tiap kali gue melangkah keluar dari rumah itu, gue selalu aja kembali ke rumah hantu itu. Ampe akhirnya, tiba-tiba ada satu kalimat yang ngomong "The way you get out, the way you get back". Gue langsung cari tahu tentang hal itu. Belum selesai menemukan, gue kebangun.

Gue jalanin hari juga waktu itu gak tenang. Hubungan gue ma mantan gue juga sekarang jadi ancur. Ditambah ulangan biologi yang gue bener-bener gak ngerti en gak apal sama sekali. Pada puncaknya, gue nangis di kelas selama 2 jam pelajaran. Gue bener-bener gak kuat.

Aksel tu ternyata gak semudah yang gue pikirin. Di sana, mental kita ditempa sedemikian rupa. Kalau masih mental beling, itu udah jelas-jelas gak mungkin bisa bertahan di sana. Gue berharap aja, gue emang bisa menjalani semua ini.

Masalah ma mantan, kemaren juga sebenernya masih SMSan meski marah-marahan. Gue emang sakit hati banget. Tapi gue tetep seneng selama masih bisa sama dia, en akhirnya gue tahu perasaan dia. Yah, mungkin dia emang udah gak sayang ma gue. Tapi, ya sudah lah. Perasaan gue emang belum ada yang bisa gantiin, tapi, someday, pasti ada yang bisa.

Doain gue ya guys...

Minggu, 04 Juli 2010

If It Has Been The Second End, It Must Be The REAL End

Sampai akhirnya tanggal 21 Juni.

Kita pisah jalan, jalanin hidup masing-masing.

Dan di saat 2 tangan terjabat pada tanggal 2 Juli 2010.

Kenangan yang tidak ingin diingat pun meledak dan keluar dari kedua memori kita.

I just wanna say goodbye through this post.
Friends forever?

Sabtu, 29 Mei 2010

Welcome Home, Diva!

What a tiring day! Kondisi fisik gue lagi gak terlalu bagus nih, emang lagi sakit (sakit apa, itu rahasia). Tapi, tadi gue fitness, dan, wow! Makin sakit. Dooohhh...

Mending lah, dengan dukungan dari orang tercinta (tsah!), gue rada merasa mendingan. The power of love! Huo! Ehm. Gue lumayan gak ngerasa sesakit sebelomnya. Emang udah rada mendingan sih. Cuma tadi sempet rada parah lagi. Yah, sakit deh.

Tapi, ada 1 hal yang bikin sakit gue rada ilang. Sesosok berwarna coklat, mungil, lucu, dan menggemaskan. Bukan, bukan tai ayam. Tapi seekor anjing mini pom berumur 2 bulan yang kita beri nama Diva (nama aslinya sih Devani, buset, namanya lebih bagus dari gue). Give a big applause for her! *prok prok prok*

Diva tu anjing mungil yang manja banget. Kalau gue lepas aja, dia langsung guik-guik gitu. Huah... Memang engkau menggemaskan, Diva. Ingin ku memelukmu, menciummu, dan meremasmu.

Segini dulu ah. Sakiiiittt...