This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 27 September 2010

The Way You Get Out, The Way You Get Back

Hai, guys! Damn, udah lama banget gue gak nge-blog. Beneran, gue kangen banget. Haha. Sekarang gue juga lagi sibuk-sibuknya di aksel. Baru 3 bulan, udah ULUM semester 1 coba. Gila gak tuh? However, we must finish what we started, right?

Oh, iya.
Judulnya kenapa gitu ya?

Hm... Simple aja. Pas hari Rabu, gue tidur gak tenang banget. Gue mimpi tentang tugas yang harus dikumpulin dalam beberapa hari ini. Terus gue bangun jam 3, en gak bisa tidur ampe jam 4 (sial, mata gue langsung bengkak hari Kamis nya). Akhirnya, karena mata emang gak kuat nahan, gue pun tidur lagi, meski cuma 5 menit.

Gue tertidur dengan mimpi yang sangat aneh. Ceritanya, gue ada di sebuah rumah hantu yang mengerikan. Tiap kali gue melangkah keluar dari rumah itu, gue selalu aja kembali ke rumah hantu itu. Ampe akhirnya, tiba-tiba ada satu kalimat yang ngomong "The way you get out, the way you get back". Gue langsung cari tahu tentang hal itu. Belum selesai menemukan, gue kebangun.

Gue jalanin hari juga waktu itu gak tenang. Hubungan gue ma mantan gue juga sekarang jadi ancur. Ditambah ulangan biologi yang gue bener-bener gak ngerti en gak apal sama sekali. Pada puncaknya, gue nangis di kelas selama 2 jam pelajaran. Gue bener-bener gak kuat.

Aksel tu ternyata gak semudah yang gue pikirin. Di sana, mental kita ditempa sedemikian rupa. Kalau masih mental beling, itu udah jelas-jelas gak mungkin bisa bertahan di sana. Gue berharap aja, gue emang bisa menjalani semua ini.

Masalah ma mantan, kemaren juga sebenernya masih SMSan meski marah-marahan. Gue emang sakit hati banget. Tapi gue tetep seneng selama masih bisa sama dia, en akhirnya gue tahu perasaan dia. Yah, mungkin dia emang udah gak sayang ma gue. Tapi, ya sudah lah. Perasaan gue emang belum ada yang bisa gantiin, tapi, someday, pasti ada yang bisa.

Doain gue ya guys...